• (0370) 7507500
  • This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Berita BKD Nusa Tenggara Barat

Hari ini, tepat tanggal 17 Agustus 2019, seluruh masyarakat Indonesia bersuka cita merayakan peringatan Hari Kemerdekaan ke-74. Tanggal 17 yang ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia dirayakan dengan berbagai cara. Ada yang memperingati Hari Kemerdekaan dengan mengikuti berbagai perlombaan khas 17 Agustusan seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba balap kelereng, lomba panjat pinang, dan berbagai perlombaan menarik lainnya.

Dibalik dari perayaan Hari Kemerdekaan ini, sebaiknya terlebih dahulu kita harus bersyukur kepada Allah Swt yang telah memberikan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia. Setelah perjuangan ratusan tahun untuk meraih kemerdekaan yang dilakukan oleh para pahlawan dengan melawan penjajah dari daratan Eropa dan Asia, Hari Kemerdekaan yang dinantikan terjadi juga pada tanggal 17 Agustus 1945. Perjuangan kemerdekaan RI sebetulnya tidak terhenti saat deklarasi kemerdekaan yang dilakukan oleh Soekarno dan Bung Hatta.

Justru setelah itu perjuangan bangsa Indonesia sesungguhnya baru dimulai. Perjuangan untuk menyatukan bangsa Indonesia yang awalnya terpecah-pecah menjadi satu kesatuan Indonesia, dinamika pembentukan pemerintahan awal RI yang berganti-ganti beberapa kali, dan penstabilan kondisi ekonomi dan sosial politik bangsa. Dan akhirnya sampai pada hari kemerdekaan RI yang ke-74 ini.

HUT RI yang jatuh pada 17 Agustus, ibaratnya sangat sakral bagi bangsa ini, Merah Putih pun akan dikibartinggikan sembari diiringi lagu Indonesia Raya dengan khidmat. Hampir disetiap kantor instansi pemerintah/swasta serta sekolah melakukan hal yang sama.

Hal itu dilakukan semata-mata sebagai bentuk penghormatan jasa para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan. Selain itu pula bukti rakyat Indonesia sangat cinta dengan Tanah Airnya.

Lantas bagaimana dengan pejuang kita terdahulu,? Mereka (pejuang) rela mengorbankan harta demi kemerdekaan, apalagi saat ‘menaikkan’ Sang Merah-Putih selama berpuluh tahun, mereka bukan sekedar dalam hitungan menit, seperti saat upacara seperti saat ini.


Qurban berasal dari bahasa Arab, “Qurban” yang berarti dekat. Kurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi ,kerbau dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Idul Adha merupakan ukuran bagi setiap muslim atas kesediaan dalam berkurban demi pengorbanan dan pengabdian kepada Allah, SWT. Pengorbanan dan pengabdian seorang muslim untuk memperkuat jiwa sosial dan dermawannya. Selain itu untuk melatih dan mengorbankan segala sesuatu yang dimilikinya, bagi keselamatan serta kebahagiaan masyarakat di sekitarnya.
Inilah yang menjadi semangat Karyawan/karyawati Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB yang setiap tahun melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang diperuntukkan bagi masyarakat sekitar dan tenaga honorer/kontrak dan karwayan yang berhak menerimanya.
Pada Idul Adha 1440 H /Tahun 2019 ini pemotongan dan penyaluran daging kurban berupa satu ekor sapi dan dua ekor kambing, yang dilakukan pada hari Minggu, 11 Agustus 2019 setelah Sholat Idul Adha bertempat di Kantor Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB dilaksanakan oleh sebagian karyawan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi NTB Drs. H. Fathurrahman, M,Si pada momen ini mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1440 H Mohon Maaf Lahir dan Bathin kepada seluruh masyarakat, seluruh ASN dan juga ucapan terima kasih serta penghargaan kepada seluruh karyawan/karyawati BKD Prov. NTB yang setiap tahun tetap istiqomah melaksanakan penyembelihan hewan qurban dengan menyisihkan sebagian pendapatannya. Semoga dengan berkurban ini, dapat meningkatkan jiwa sosial untuk berbagi dengan sesama, memupuk iman dan taqwa serta mendekatkan diri kita kepada Allah, SWT. (Soel)


Mataram (BKD) Peran serta birokrasi sebagai motor penggerak pembangunan menjadi sangat strategis untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang baik.Oleh karenanya, menjadi penting untuk melakukan pengendalian terhadap berbagai perilaku menyimpang aparat birokrasi agar kinerjanya dapat optimal dan berkontribusi terhadap akselerasi pembangunan yang kita lakukan.

Demikian diungkapkan Kepala Bidang INKA Drs. Syamsul Buhari, M. Kes saat membuka acara Rapat Koordinasi Pengelolaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Ruang CAT BKD Prov. NTB Rabu, 30 Juli 2019.

Syamsul Buhari," mengatakan salah satu instrument pengendalian terhadap korupsi  adalah kepatuhan terhadap pelaporan LHKPN. Untuk itu, wajib bagi setiap penyelenggara negara, khususnya yang mempunyai resiko untuk mengisinya. Tentu dalam proses pengisisn tidak sekedar mengisi tetapi dibutuhkan kejujuran dan integritas yang muncul dari individu penyelenggara negara untuk melaporkan senyatanya kekayaan yang dimiliki.

Koordinator eLHKPN Pemprov. NTB Lalu Aries Zulfikri, " mengharapkan semua Admin OPD harus Bekerja keras dan selalu mengingkatkan kepada semua Wajib LHKPN untuk melakukan Pengisian dan melaporkan e-LHKPN sesuai jadwal yang sudah di tetapkan oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) sehingga Kepatuhan untuk Pemprov. NTB. bisa mencapai 100 % untuk tahun 2020 sedangkan untuk tahun kemarin kita bisa mencapi 98% karena ada 20 orang wajib lapor yang terlambat.


Nusa Tenggara Barat -Kelompok Kerja Pengkajian dan Pengembangan Sistem (Pokja PPS) Komisi Aparatur Sipil Negara melakukan sosialisasi aplikasi SIPINTER serta pemetaan sistem merit kabupaten/ kota di Nusa Tenggara Bara pada tanggal 1 Agustus 2019. Sosialisasi ini dimulai pada pukul 09.00 WIB, diawali dengan Pembukaan oleh Kepala Badan Kepegawian Prov. NTB Bapak Drs. H. Fathurrahman, M.Si dan  pemaparan DRS. H. syamsul Buhari, M.Kes(Kepala Bidang INKA BKD Prov. NTB) mengenai penerapan sistem merit di Provinsi NTB. Beliau menyatakan bahwa Provinsi NTB  akan melaksanakan road map pelaksanaan sistem merit di tahun 2020 ini. Pemerintahan Provinsi NTB berkonsentrasi pada good governance, dengan sudah dibutakan aplikasi e-Kinerja dan sudah di terapkan di BKD Prov. NTB sebagai uji coba dan pelaksanannya di seluruh OPD pada tahun 2020.dan juga sudah digunakan sistem aplikasi SIMADU (sistem Informasi Majajement ASN Terpadu ) dan SIMATA (sistem Majemant Penanataan ASN)

DR. Ir. Nuraida Mokhsen, MA  ( Komisioner Bidang Pengkajian dan Pengembangan Sistem KASN)menyatakan bahwa sistem merit memiliki beberapa aspek penilaian yaitu aspek perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan karir, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, pengkajian, penghargaan dan disiplin, perlindungan dan pelayanan, dan sitem informasi. Serta penilaian sistem merit terdiri atas empat kategori yaitu buruk dengan nilai 100-174, kurang dengan nilai 175-249, baik dengan nilai 250-324, dansangat baik nilai 325-400. Komisi ASN menilai baik (dengan nilai 272.5)

Muhlis Irfan (Asisten Komisioner Bidang Pengkajian dan Pengembangan Sistem KASN)  menjelaskan mengenai jenis user role dan hak akses aplikasi SIPINTER, timeline input data serta penjelasan umum bahwa SIPINTER adalah aplikasi yang diciptakan sebagai alat bantu bagi instansi pemerintah dalam melakukan penilaian mandiri penerapan sistem merit, sebagai alat bantu bagi KASN dalam verifikasi data serta bukti pendukung penilaian mandiri, menjadi sumber data untuk bahan kebijakan rekomendasi dan pembinaan sistem merit oleh KASN.

 


Cari Berita

Tentang BKD Nusa Tenggara Barat

Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai tugas membantu Gubernur selaku Pejabat Pembina Kepegawaian Daerah dalam melaksanakan urusan pemerintahan daerah bidang manajemen kepegawaian.


© 2019 Badan Kepegawaian Daerah Nusa Tenggara Barat. All Rights Reserved.